welcome to my blog world!!

you may not like what you read.

don't bother, just enjoy the tour..

Wednesday, November 4, 2009

Pada Satu Masa - Bagian Tiga (Episode Satu)


Bandung, 19 Januari 2017

di kediaman Radith Suryo.

Aminah, pembantu yang sudah mengabdi kepada keluarga Suryo selama puluhan tahun ini, datang tergopoh-gopoh menghampiri tuannya. Aminah menyisir rambutnya yang penuh uban dengan jari-jarinya. "Maaf, Tuan, non Andrea ada di luar, Tuan" dengan ragu-ragu ia menambahkan, "Pingsan, Tuan". Radith tersentak, koran yang baru setengah dibaca itu dilipatnya kembali, dengan setengah berlari, ia menghampiri Andrea yang kini terbaring di lantai keramik teras depan rumah. Dengan kedua tangannya yang sudah mulai keriput, direngkuhnya kepala puteri satu-satunya itu. Dilihatnya bekas memar di kening Andrea, hatinya terasa miris. Kepada Aminah, Radith hanya bergumam lirih, "Panggilkan taksi, saya mau bawa non ke rumah sakit. Sekarang, Minah, Sekarang.." airmata mulai menetes di pipinya.

Tak lama berselang, sebuah taksi berwarna biru berhenti di depan rumah Radith Suryo. Sang supir melihat Radith membopong Andrea, lalu tergerak untuk membantunya. Sepanjang jalan menuju rumah sakit, Radith memeluk Andrea dengan penuh kasih. "Bapak sudah kehilangan Ibumu, nak. Itu saja masih terasa sakit disini" Radith menepuk-nepuk dadanya. "Jangan kamu tinggalkan Bapak, sayang" sedu nya melanjutkan. Sesampainya di rumah sakit, Andrea dibaringkan di atas sebuah kasur beroda. Beberapa perawat rumah sakit mendorong kasur tersebut menuju sebuah ruangan, Unit Gawat Darurat..

bersambung..

p.s: buat para pembaca yang setia, bagian tiga bukan dibuat per episode dengan bermaksud sengaja membuat penasaran. tetapi emang ide cerita sedang tersendat2. maaf yaaaaa..

Tuesday, November 3, 2009

no idea..

seharusnya gw bikin lanjutan dari cerita bersambung gw yang berjudul Pada Satu Masa. harusnya hari ini selesai, tapi entah kenapa tiba2 blank gak tahu mau nulis apa. eh maksudnya gini, gw tahu apa yang mau gw tulis tapi gak tau mau tulis darimana. soalnya beberapa hari terakhir ini lagi terinspirasi sama banyak hal, jadi ada banyak ide, ada banyak cerita, dan semuanya gak ada yang mau ngalah. akhirnya di folder komputer gw banyak potongan2 cerita yang semuanya belum diselesaikan. ughh.. my bad habbit: suka gak fokus!

doakan saja ya, beberapa jam ke depan gw bisa menyelesaikan cerbung yang kmaren..

ohya btw, have a blessed day everyone!! :D

Sunday, November 1, 2009

Pada Satu Masa - Bagian Dua


Jakarta, 11 Januari 2013

Di sebuah ruangan meeting.

"Selamat ya, Thomas, berkat kamu kita bisa memenangkan tender ini. Sudah lama saya bermimpi untuk bisa bekerjasama dengan Mr. Hiroshi dari Jepang ini, dan kamu berhasil mewujudkan impian saya. Seperti yang sudah pernah saya janjikan, jabatan kamu di kantor ini saya naikkan. Sekali lagi selamat ya! Well done, you really made my day, Thomas" Pak Bima Sugandi, pimpinan kantor tempat Thomas bekerja menyalaminya berkali-kali. Thomas menjawab rentetan ucapan selamat dari boss-nya itu dengan wajah yang tak kalah sumringah "Terima kasih kembali, Pak. Suatu kehormatan bagi saya untuk bisa berkontribusi bagi kantor kita ini". Keduanya meninggalkan ruangan.

Pikiran dan hati Thomas bagaikan kembang api yang meledak-ledak indah. Tak sabar rasanya untuk pulang dan menelpon Andrea, kekasihnya. Sebagai seorang lelaki, Thomas merasa hidupnya sekarang ini nyaris sempurna: mapan dan punya seorang kekasih yang cantik nan baik hati seperti Andrea. Kekasih yang sebentar lagi akan menjadi istrinya, ibu dari anak-anaknya kelak. "Tiga bulan lagi, tinggal selangkah lagi, Thomas" batinnya..

***********************************
Jakarta, 22 Juli 2016

Di sebuah restoran mewah.


Thomas mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sesekali ia melihat arloji mahal di pergelangan tangannya. Hari ini hari Sabtu, sebenarnya Thomas sudah mempunyai rencana dengan Andrea untuk menghabiskan malam minggu ini dengan santai, makan malam dilanjutkan dengan menonton DVD yang dipinjam Andrea dari rental. Rencana awalnya seperti itu, tapi entah kenapa, Pak Bima menelponnya siang tadi dan mengundangnya makan malam. Thomas sebenarnya ingin menolak, ia lantas merasa tidak enak ketika dengan singkat Pak Bima berkata "Datang ya, saya sudah reservasi tempat untuk kamu" sebelum akhirnya beliau menyudahi percakapan. Atasannya itu tidak pernah menelponnya malam-malam, apalagi ini malam minggu. Tak lama kemudian Thomas sampai di restoran yang dimaksud, dan memarkirkan mobilnya. Sambil menyalakan alarm mobil, Thomas bergegas memasuki restoran tersebut. Seorang pelayan restoran menyambutnya dengan senyum ramah. Thomas membalas senyuman itu sambil berkata, "Untuk satu orang, atas nama Pak Bima Sugandi". Pelayan melihat layar monitor di hadapannya sebentar lalu mengantar Thomas menuju meja yang dimaksud. Pak Bima sudah menunggu disana, dengan segelas anggur putih di tangannya. Keduanya lalu sibuk membicarakan sesuatu. Pak Bima mendominasi percakapan sedangkan Thomas duduk gelisah di kursinya, sambil jari-jarinya memainkan ujung serbet yang tersedia di meja makan. Apa yang dikatakan Pak Bima barusan terasa sulit sekali dicerna oleh otaknya. Berulang kali atasannya ini menggumamkan kata "Maafkan saya, Thomas"..

**************************************
Jakarta, 3 Oktober 2017
Di sebuah dapur.


Andrea memijit-mijit keningnya, ia merasa letih sekali. Hari ini banyak pelanggan yang protes karena barang-barang yang mereka pesan terlambat 2 hari. Kapal kargo yang mengangkut barang-barang tersebut terhalang oleh ombak besar sehingga harus merapat ke pelabuhan terdekat dan menunggu hingga ombak reda. Seharian ini Andrea sibuk menghubungi berbagai pihak atas keterlambatan pengiriman barang hingga ia harus rela pulang lebih telat dari rekan-rekan sekantornya, termasuk Joanne.

Andrea mencapai pintu utama rumahnya. Ia sibuk mengaduk-aduk isi tas-nya untuk mencari kunci rumah. "Ketemu!" serunya. Ia menggosokkan sepatunya di keset depan lalu masuk. Jantungnya berdegup kencang ketika melihat Thomas sedang duduk di sofa dengan penampilan yang berantakan. Andrea memberanikan diri untuk menyapanya, "Malam, sayang. Kamu udah makan?". Pertanyaannya tidak digubris Thomas. Sejurus kemudian, Thomas mendekati Andrea, merengkuh pinggulnya, dan menjambak rambut Andrea. Nafasnya bau minuman keras murahan. Dengan kasar Thomas menampar Andrea, tidak hanya sekali. "Dari mana saja kamu jam segini baru pulang? Main gila ya sama laki-laki lain? JAWAB!!".

Kekerasan yang dilakukan Thomas padanya bukanlah hal yang baru. Krisis global setahun kemarin sangat berdampak bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Banyak perusahaan terlilit hutang dan mengakibatkan jutaan karyawan dirumahkan, termasuk Thomas. Perusahaan tempat Thomas bekerja memutuskan untuk tidak memakai jasanya lagi dengan alasan dana untuk membangun gedung baru dialokasikan untuk mempertahankan kegiatan-kegiatan di gedung yang sudah ada. Tidak ada dana lagi untuk bangunan baru, yang berarti tidak ada lagi kerjaan untuk Thomas. Tidak mudah untuk mencari pekerjaan baru di masa ekonomi sulit seperti ini. Setahun Thomas hanya diam di rumah, tidak ada tujuan. Thomas menjadi depresi dan frustasi. Sebagian dari dirinya tidak terima atas nasib buruk yang menimpanya. Kehilangan pekerjaan dan penghasilan membuatnya jadi sosok yang pemarah. Andrea menjelaskan kegiatannya seharian ini, tapi Thomas tidak mau tahu dan malah menjadi semakin emosi. Satu pukulan diarahkan pada wajah Andrea dan tepat mengenai bagian mata. Andrea tahu percuma untuk melawan, hanya akan membuat Thomas semakin menjadi-jadi. Thomas menatap dalam-dalam kedua mata istrinya. Andrea tidak suka bila Thomas menatapnya seperti ini, Andrea takut. "Satu tahun yang panjang" kata Andrea dalam hati..

bersambung..

Saturday, October 31, 2009

Pada Satu Masa - Bagian Satu


Jakarta, 27 September 2018

Di sebuah perumahan di pinggiran ibukota.

Andrea menundukkan kepalanya, menyeret kedua kakinya yang lebam, dan duduk tersungkur di pojokan kamar tidurnya. Pipinya terasa amat sakit. Tangannya mengusap bibirnya, sekilas dilihatnya darah pada telapak tangan kirinya. Di hadapannya, berdiri seorang pria yang mengenakan kemeja berwarna abu-abu dan celana jins hitam. Thomas, nama pria yang menikahinya 5 tahun yang lalu. Pria yang sama kini tengah berdiri di hadapannya, menghisap kretek dalam-dalam kemudian menghembuskannya ke hadapan Andrea. Tatapan matanya tajam. Andrea tidak pernah menyukai tatapan itu, penuh dengan amarah dan kebencian. Andrea takut..

*******************************************
Jakarta, 15 April 2013

Di sebuah gedung gereja.

Andrea memandangi wajahnya di cermin, dalam-dalam. Sebuah senyum tersungging di bibirnya. "This is it, Andrea. You are getting married today". Andrea merapihkan gaun pengantinnya yang terlihat sederhana namun elegan, mengambil buket pengantin di atas meja rias, berdoa sebentar, lalu melangkah menuju altar. Pak Radith menunggu Andrea di depan pintu masuk altar. Beliau mengecupkan bibirnya di kening putri satu-satunya itu. Antara sedih dan bahagia melihat putri yang sangat dekat di hati dan suka bermanja-manja dengannya itu meninggalkan dirinya untuk bermanja-manja dengan pria lain, suaminya, yang akan memiliki Andrea untuk puluhan tahun berikutnya. Rasa sedih itu akhirnya hilang ketika melihat keyakinan di bola mata putri semata wayangnya. "Selama kamu bahagia, nak, bapak rela melepas kamu" bisiknya ketika Andrea berjalan mendekat dan merangkul lengannya.

Para hadirin berdiri memberi hormat kepada mempelai wanita yang berjalan perlahan memasuki ruangan. Andrea terlihat anggun dan cantik sekali hari ini. Andrea menginjakkan kakinya yang terbalut sepatu satin putih di anak tangga terakhir. Thomas membantu calon istrinya merapihkan ekor gaun pengantinnya. Mereka menatap satu sama lain, lalu duduk di kursi yang sudah disediakan. Satu per satu acara pun berakhir, dari mulai pemberkatan pernikahan di gereja hingga resepsi di gedung. Acaranya sangat meriah. Sanak saudara dan teman datang memeriahkan pesta, dekorasi yang cantik, makanan dan minuman yang berlimpah, band pengisi acaranya pun oke. Andrea merasa sangat beruntung dinikahi oleh Thomas, seorang arsitek muda yang sangat berprospek. Pintar, mapan, dan sayang pada Andrea. Tidak ada yang kurang rasanya dari diri lelaki itu. Dari sudut ruangan, Andrea melihat Thomas sedang bersulang dengan teman-temannya semasa kuliah dulu. Andrea meneguk wine yang sedang dipegangnya. Entah kenapa, tiba-tiba ia merasakan sesuatu. Keraguan..

********************************************
Jakarta, 4 Oktober 2017

Di sebuah gedung perkantoran.
Andrea memencet tombol lift. Belum banyak yang menggunakan lift jam segini. Ia membetulkan letak kacamata hitamnya dan menekan angka 9, lantai dimana dia bekerja sebagai manajer bagian ekspor-impor. Pelipis matanya terasa nyeri, kepalanya pusing karena kurang tidur semalam. Joanne, teman baik Andrea di kantor ini menyapanya dan menggiringnya ke pantry kantor.

"Thomas mukulin elo lagi ya? Udah berapa kali sih gw bilang, laki-laki kayak gitu gak pantes dapetin elo. Andrea, elo dengerin gw ya.. elo harus tinggalin laki-laki brengsek itu. Emang gak gampang, gw tahu, tapi ini demi kebaikan elo sendiri, demi keselamatan hidup lo!" Joanne nyaris berteriak, dia gemes banget sama Andrea yang dinilainya terlalu baik. Ini bukan pertama kalinya Thomas memperlakukan istrinya dengan kasar.

"Laki-laki brengsek itu suami gw, Jo. Gw gak bisa ninggalin dia. Tuhan saksi pernikahan gw. Gw udah janji ke Tuhan, gw bakalan setia sama suami gw, dalam susah dan senang. Gak bisa, Jo.. gak bisa.." Andrea membalas tanpa menatap sahabatnya. Wajahnya tanpa ekspresi, sudah biasa dia ribut sama Thomas, sudah biasa juga dia dinasehati serupa oleh Joanne.

"Tapi Tuhan juga gak akan mau ngeliat lo tersiksa dan tersakiti lahir batin gini, Ndre. Sadar dong say, hidup lo terlalu berharga untuk dihabiskan dengan laki-laki macam Thomas! Bisa-bisa lo mati konyol kalau begini terus!" Joanne tidak tahu harus berkata apa lagi untuk meyakini Andrea. "Ok, gini aja deh. Gw minta lo pikirin lagi baik-baik, apa elo masih mau mempertahankan pernikahan lo sama dia" Joanne menatap dalam-dalam wajah sahabatnya itu. Tidak tega rasanya melihat pipi Andrea memar dan biru-biru.

"Ok, i will.." Andrea menjawab singkat. Keduanya meletakkan gelas di tempat cucian piring kemudian meninggalkan pantry. Andrea tahu apa yang diucapkan Joanne banyak benarnya, tapi ia tidak berdaya. paling tidak untuk saat ini.

bersambung..

Friday, October 30, 2009

stupid mistake..

everyone says "it is okay to make mistake. we are all human, imperfect is our middle name". that is wise, yes. but what i did to my template tonight is totally a mistake, a stupid one.

so i was in the middle of 'renovating' my blog and suddenly wanted to pee. one of my bad habit, i often hold my urine (sometimes for a very long time) and ignore the urge to go to the toilet. but not this time. while i was still busy editing this and that, 'it' couldn't hold for any longer. i couldn't concentrate on my work, so i made a few clicks in hurry and went to the toilet. one minute later, i stared at my blog. it was a blank page with a navi line on very top of the page. i didn't know what happened. i've searched my old template, but didn't found it. so here i am, o3.43 AM. stuck with my blog. i gotta start all over again, from the very beginning. i lost all my blogger friends. it has been removed by mistake, stupid mistake if i might add. i lost some other widgets too. with this post, i also kindly ask you do not remove me as a friend from your blogroll. i will put all of your name and blog addresses back on my blogroll as soon as possible. you can also help me by leave a comment with your name and URL (please, please, please.. i'm begging ya *tears*).

it's not imperfect, it's stupidity..

Tuesday, October 27, 2009

operasi hardisk

hardisk gw udah lama gak diurus, jadi isinya berantakan banget. segala jenis file tumpuk-menumpuk, banyak file yang dobel2, foto2 terpisah2, banyak folder yang gak jelas. contoh paling sederhana bisa dilihat dari judul folder2 tersebut, misalnya "folder sementara", "folder sementara 2", "folder gak penting", "folder pindahan", dan sejenisnya. padahal isinya juga rata2 hampir sama, paling ada beberapa file tambahan aja. bukan cuma dobel2, tapi triple dan quadruple.

akhirnya dengan tekad bulat dan doa restu dari orangtua hardisk yang telah terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan pemberian izin (halah, apa ini?), maka hari ini ketika waktu menunjukkan pukul 23.00, operasi hardisk pun dimulai.

operasi berjalan dengan lancar, tetapi ternyata memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. seberapa lama? 6 jam 13 menit! proses yang cukup lama untuk membersihkan sebuah hardisk eksternal. tapi yang penting hasilnya memuaskan :D

sekarang hardisk sudah bersih! huray!

terima kasih kepada segenap dokter dan para perawat beserta staf rumah sakit yang telah membantu proses operasi hingga dapat berjalan dengan lancar. brava!

Friday, October 23, 2009

in the end..

seberapa sering topik tentang 'kematian' melintas di pikiran kita? sebelum hari ini, gw bisa meyakinkan diri gw sendiri bahwa gw adalah orang yang tidak takut menghadapi kematian. maksudnya, gw yakin kalo hari itu datang dan maut itu menjemput gw, gw gak akan takut karena gw ngerasa siap gak siap itu sesuatu yang tidak bisa ditebak dan dihindari. tapi hari ini i have done some thinking about death and life after death. my biggest question today was "how it feels to be a dead body?". gimana rasanya mati, gimana rasanya dikubur, dan masih banyak pertanyaan lagi.

gw masih ingat, beberapa waktu yang lalu ada seorang kenalan yang mengirimkan sebuah film dokumentasi pendek tentang tradisi kuno suku di pedalaman titik-titik (isi sendiri nama daerahnya, gw takut dipenjara..LOL) yang menguburkan bayi hidup2 apabila bayi tersebut dipercayai membawa kutukan dari sejak dia dilahirkan (which i believe there's no such thing). kepala suku (atau orang yang dituakan n dihormati) akan mendatangi rumah tempat bayi pembawa kutuk itu, merebut bayi itu dari pelukan ibunya, dan menyuruh beberapa orang desa menggali kuburan untuk bayi tersebut. lalu bayi itu dilempar ke dalam lubang kubur, dan ditimbun dengan tanah. bayi yang tidak berdaya itu diakhiri hidupnya tanpa ada daya untuk melawan, dikubur dalam keadaan menangis, hingga lambat laun jeritan tangisnya tenggelam dalam kelamnya malam. semua itu terjadi (hanya) karena satu orang, satu manusia yang ditakuti dan dianggap kepala suku, yang membuat keputusan berdasarkan tradisi dari nenek moyang plus pikiran manusia-nya yang tidak sempurna, yang mengakibatkan hilangnya satu nyawa seorang mahluk ciptaan Tuhan. i mean, what the heck. jujur aja, awalnya nonton film dokumentari ini gw bergidik dan sedikit mengecam para pembuat film ini. kok tega merekonstruksi ulang semua kejadian laknat ini? tapi gw sadar, film ini ada maksud mulia. untuk menggerakkan hati setiap manusia bahwa tradisi nonsense seperti ini has to stop. Tuhan yang menciptakan manusia, Dia pulalah yang berhak atas nyawa ciptaan-Nya. bukan sesama manusia, bukan kepala suku.

lalu, ada satu lagi ada film true story tentang tradisi di suatu negara pada jaman dulu, dimana kalau ada seorang suami yang meninggal dunia, maka sang istri harus dibakar hidup2 agar jiwa mereka berdua (sepasang suami istri ini) kembali bersatu di kehidupan selanjutnya. di film tersebut, digambarkan seorang suami meninggal dunia karena mengidap suatu penyakit, lalu ditemukan warga. gemparlah satu daerah itu, dan warga berboyong2 mencari istri dari si suami yang meninggal itu. setelah ketemu, sang istri diikatkan kepada sebuah kayu dengan posisi terlentang, lalu kayu tersebut digotong, disirami minyak tanah dan dibakar. again, hidup2. hingga suatu saat seorang misionaris datang ke daerah itu dan berjuang untuk menghapuskan tradisi tersebut.

balik lagi ke rasa penasaran gw. setiap datang ke acara pemakaman, gw selalu menyimpan 2 jenis perasaan. yang pertama adalah rasa tidak nyaman. entah kenapa gw gak tahan dan berusaha sebisa mungkin menghindari berbagai macam proses pemakaman. bukan jenazah yang membuat gw risih, tapi keadaan bahwa 95% (yang 5% sisanya sibuk makan kacang konsumsi khas kalo melayat orang meninggal) orang menangis tersedu2 tersedak2 terpingsan2 itu yang membuat gw gak nyaman. gw tahu itu reaksi yang wajar, namanya juga orang yang kita sayangi meninggalkan kita untuk selama2nya, pasti kalo kejadian sama gw, gw juga akan melakukan hal yang moreless sama. but still, i just can't stand that.

yang kedua, adalah rasa penasaran. gw pernah membisikkan sebuah pertanyaan ke telinga nenek gw (dari bokap) pada saat dia meninggal dunia. gw tanya, "gimana sih rasanya meninggal?". tentu aja nenek gw gak jawab, kalo jawab sih yang ada gw langsung diangkut ke UGD. nenek gw meninggal karena sakit, tapi gw penasaran apakah orang yang meninggal karena sakit dan orang yang meninggal karena dibunuh/kecelakaan/hal2 yang kurang normal lainnya itu merasakan hal yang sama? really exactly the same? trus kalau yang dikubur hidup2 atau "dipaksa" mati dalam keadaan sadar itu gimana rasanya? seperti korban musibah terowongan mina, atau titanic, atau tawanan pesawat di tragedi 9/11? kalo orang sakit kan beda, kadang2 mereka emang ada yang keadaannya udah kritis banget, atau udah sakit dari lama, atau koma, atau jantung yang bisa tiba2 gak ada angin gak ada ujan tau2 "lewat". nah, kalo misalnya titanic, di detik2 kapal mewah itu menabrak gunung es, dan perlahan2 tenggelam. beberapa memang berhasil diselamatkan. tapi ada juga yang ikut tenggelam bersama kapal tersebut. gimana rasanya ketika kita tahu bahwa masa hidup kita di dunia ini dihitung? pasti setiap detik terasa begitu berharga. gw belum mau mati sekarang, tapi gw penasaran banget pengen tahu bagaimana rasanya mau mati (dan pada akhirnya mati), bagaimana rasanya jadi orang2 itu. seperti tenggelam bersama kapal, begitu air mencapai dagu, lalu menutupi saluran pernapasan kita, lalu kita megap2 kehabisan napas tapi gak berdaya untuk naik ke permukaan. lalu apa? apakah kita akan nangis sampe semua itu tiba2 menjadi hitam dan tahu2 kita sudah ada di kehidupan selanjutnya?

lalu apakah surga itu benar2 bercahaya, penuh dengan malaikat yang memainkan alat musik surgawi? apakah warnanya putih? apakah yang ada hanya senyuman dan tidak ada lagi ratap tangis?

apakah neraka itu berwarna merah dan panas membara? apakah setan itu kemana2 bawa trident? apakah neraka itu penuh siksa dan jeritan yang menyayat hati?

and now, i am not sure i am a person i was before today. despite of all my curiosities, i don't think i am that brave. in the end, i just wanna know what and how it feels to be dead (both concious or unconcious). if only i have a small chance to feel it (even if the chance is as small as a zit) without being "real dead", i will take my shot. some may think i am crazy, but that is a risk i am willing to take.

abis baca postingan ini, pasti banyak yang bakalan mikir gw mau bunuh diri. heaven NO! sekali lagi, gw cuma penasaran. tapi rasa penasarannya untuk sementara dihentikan sampai sini dulu, soalnya masih banyak hal2 yang harus diselesaikan.

but hey, kalo ada yang tau gimana rasanya, feel free to tell me :D

Tuesday, October 13, 2009

wanted VS unwanted..

just my random lists of both! let me start..

wanted
+ 2 years living permit
+ baked potato with brocolli and cheese
+ a pair of simple winter boot and a pair of new birkenstock
+ a descent job, not to mention well-paid
+ moving out, need to find a new home first, of course
+ finish my novel (as a writer, not a reader *grin*)
+ arrange a short yet meaningful holiday for Christmas
+ rent a clavinova
+ meet my family, esp. parents A.S.A.P

unwanted
- unexplainable feelings (measurable, frustration, under pressure, wuteva-wuteva)
- spent quite a lot of money on things i don't even going to use it for a zillion years!
- complaining, arguing, fighting
- gain weight
- getting sick, esp. in this kind of "undecideable" weather
- loosing people that i love
- oily food, it's kinda greasy but frankly it's hard to avoid
- fruits that smells (durian, jackfruit)..

Monday, October 12, 2009

from yesterday..


i only want to post this two pics from yesterday. no more, no less :)
to be honest, yesterday was the saddest birthday i have ever had. i am glad it's over..

Sunday, October 11, 2009

surat sebelas oktober: kepada S..

happy birthday, S!,

semakin baik dari yang sebelumnya. belajarlah dari pengalaman dan kesalahan, jadilah dewasa! ingatlah selalu moral dan nilai yang ditanamkan orangtua sejak kita bayi, terapkanlah dalam kehidupan sehari2, jadilah orang sukses! senantiasa berpegang teguh pada prinsip dan berimanlah, jadilah manusia seutuhnya! Tuhan memberkatimu selalu, S!

biarlah kiranya semua tanda seru pada surat ini memberikan ketegasan dan kepastian di dalam hidupmu..

it's my life..

  • music::travelling::read a lot of books::baking&cooking::cross culture::learn many new things::watching movie::daydreaming::ice cream::0711::love my parents and family::fear of God is the beginning of knowledge::abstract random::i love pets!::love peace but enjoy chaos::adorable::give me back my butterfly::Ben&Jerry's::slacking off::a thankful survivor::loyal::lazy::

banners..